Hadiri HUT Legium Veteran, Ketum Gepenta Harapkan Sikap Politik Veteran

JAKARTA – Dirgahayu Legiun Veteran Indonesia yang jatuh pada tanggal 2 Januari 2018 lalu berlangsung dengan khidmat. Pada ulang tahun Veteran Indonesia ke 61, anggota Veteran  Dr. Parasian Simanungkalit dan juga sebagai Ketua Umum DPN Gepenta ini  menyerahkan buku karangannya ber judul “Veteran Indonesia” kepada Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Veteran DKI Jakarta Laksamana Pertama (Purn.) Adi Mulyo.  Kegiatan ini berlangsung di Markas Mada ruangan Ketua DPP Veteran DKI Jakarta di wilayah Jakarta Timur.

Parasian menjelaskan, isi buku tersebut intinya menjelaskan komitmen bahwa semua anggota Veteran R.I. untuk  mempertahankan NKRI tiada henti, mewariskan nilai dan jiwa juang dan mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Paraisian menuturkan, mengutip pidato Presiden RI pertama Bung Karno pada tanggal 17 Juni 1954 yang berkata “Aku melihat bahaya yang besar mengancam keruntuhan negara kita ini, jikalau dasar negara Pancasila tidak kita pertahankan sebagai dasar negara kita.”

Karena itu, kata Brigjen Parasian ini menegaskan bahwa semua warga Veteran Indonesia yang masih hidup tidak akan mengkhianati perjuangan para pejuang yang telah gugur yang mendahului kita, baik itu pahlawan yang gugur merebut dalam masa kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan memelihara kemerdekaan.

Sejarah mencatat, meski sudah banyak peristiwa penting terjadap pada awal proklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, namun dengan dukungan semua rakyat Indonesia akhirnya dapat mempertahankan Pancasila sekaligus dapat melumpuhkan dan meredam semua peristiwa pemberontakan seperti PKI di Madiun, RMS di Maluku, DI/TII, PRRI/PERMESTA, dan G30S PKI.

Di era reformasi, Pancasila kembali dilemahkan melalui rangkaian amandemen UUD 1945. Pancasila sudah ada yang menggugat untuk dihapus dan diganti dengan dasar negara lain. Melihat kondisi ini, Parasian mengatakan “Walaupun sekarang kita telah merdeka 72 tahun, namun menurut Soekarno kita belum dikatakan merdeka jika kita tidak percaya dan merasa bangga pada diri kita sebagai bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Kembali mengutip pidato Presiden Soekarno pada HUT Ptoklamasi 1963, Parasian mengatakan “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sendiri sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka.”

“Maka Veteran Indonesia harus tetap cinta tanah air, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, menempatkan persatuan dan kesatuan sebagai yang utama dan mengutamakan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan,” tegasnya.

Parasian menambahkan, dengan potensi ancaman tantangan gangguan dan hambatan baik dari dalam maupun luar negeri yang akan dihadapi bangsa ini maka Veteran Indonesia harus mampu memberikan solusi dan tidak hanya berdiam diri karena sudah tua, tetapi pemikirannya dalam menyelamatkan negara masih dibutuhkan oleh rakyat dan bangsa Indonesia.

“Dengan peran aktifnya ini, maka Pemerintah dan negara tidak menempatkan mereka hanya untuk dibelas kasihani tetapi perlu diminta menyalurkan dan mewariskan semangat dan nilai juang mempertahankan NKRI baik pada masa perang maupun masa non perang,” pungkas Parasian. (Zul)

Tinggalkan Balasan