Ketua Umum Gepenta Kampanyekan Perang Narkoba, Tawuran dan Radikalisme di Kaltara

JAKARTA – Ketum Dewan Pimpinan Nasional GEPENTA, Dr Parasian Simanungkalit, menjadi pembicara pada Seminar “Pertahankan NKRI dengan Perlawanan Rakyat Semesta” di Aula Universitas Kaltara Tanjung Selor, Selasa (19/12/2017) yang diikuti warga Gepenta Kaltara, guru,  PGRI, mahasiswa dan pelajar se-Kabupaten dan Kodya Tanjung Selor.

Seminar yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara DR. Ir. Irianto Lambrie MM ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu dari Dewan Pendidikan Nasional DR. Muh. Abduzein dan Kepala BNNP Kaltara Brigjenpol Drs Ery Nursetari MH.

Menurut Parasian, posisi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia dan juga Philipina sangat rentan kepada penyelundupan narkoba serta mengalirnya pengaruh negatif dari luar negeri dan termasuk radikalisme dan terorisme.

“Karena berbatasan dengan dua negara maka ancaman tantangan dan gangguan yang berasal dari luar negeri akan langsung dirasakan Kaltara. Untuk mengantisipasinya, Warga di Kaltara perlu terus menanamkan nilai dan jiwa Bela Negara mulai sejak dini,” tegas Parasian.

Ketum DPN GEPENTA, Dr Parasian Simanungkalit bersama Gubernur Kalimantan Utara DR. Ir. Irianto Lambrie MM

Jenderal Purnawirawan Polisi Bintang satu ini menjelaskan bahwa perlawanan rakyat semesta harus terus disosialisasikan kepada semua rakyat dan bangsa Indonesia untuk mempu melakukan Bela Negara. Pengalaman menunjukkan, bahwa  dengan perlawanan rakyat semesta baik pada masa perang dahulu kita mampu mengusir penjajah.

Gepenta baik di pusat maupun di daerah saat ini mengembangkan konsep perlawanan rakyat semesta untuk melakukan perang terhadap narkoba, cegah tawuran dan radikalisme.

Dia mencontohkan, jika ada invasi militer asing atau pemberontakan bersenjata dalam negeri maka semua komponen bangsa yaitu TNI dan Polri sebagai Komponen Utama bersama Rakyat sebagai Komponen Pendukung harus siap siaga bersama-sama menghadapi musuh tersebut.

Demikian juga pada masa Non Perang, lanjut Parasian, Indonesia juga menghadapi perang terhadap Narkoba, Tawuran, dan Anarkis, Radikalisme, Terorisme, makar, korupsi, Gangguan Kamtimbas intensitas tinggi hingga Pungli.

“Semua kegiatan merongrong kewibawaan Pemerintah, maka rakyat bersama komponen aparat Kepolisian dan TNI bersatu untuk mencegah dan memberantas serta menanggulanginya dengan  Gerakan Perlawanan Rakyat Semesta,” pungkas Parasian. (Zul)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan