Sosialisasi Bahaya Narkoba, MUI Gelar Pelatihan Relawan Anti Narkoba

Sekretaris Ganas Annar MUI Pusat, Rofikul Umam dalam release yang diterima jagatngopi.com, Kamis (14/12) menyatakan bahwa pelatihan ini berangkat dari peredaran narkoba dilakukan secara sistematis hingga dikendalikan dari bandar-bandar di balik jeruki sel. Ancaman bahaya Narkoba ini telah menjakiti 2,21% atau 4 juta lebih penduduk Indonesia dan itu merupakan fenomena puncak gunung Es jika di teliti lebih dalam. Narkoba seperti virus yang menyebar sangat mudah di tengah-tengah masyarakat tidak memgenal usia,kedudukan status sosial hingga aparat negara bahkan lembaga penanggulangan narkoba hingga lapas.

Peredaran narkoba yang dikendalikan secara terorganisir, lanjut Rofik, melibatkan jaringan internasional-nasional hingga daerah yang diedarkan dengan berbagai modus dan bentuk kemasan dari narkoba. Secara global Narkoba telah menjadi kejahatan kemanusian baru di abad melinelial ini. Fenomena Narkoba selain menjadi ancaman perusak generasi bangsa juga memberikan arus kas keuangan bagi organisasi-organisasi teroris dan kegiatan kriminal lintas negara

Dalam upaya pencegahan Narkoba, GANAS ANNAR yang didirikan oleh MUI pada tahun 2014 pada hari selasa-jumat,13-15 Desember 2017 melaksanakan kegiatan Pelatihan Relawan Anti Narkoba Tingkat Nasisonal, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan setiap propinsi dan penggurus pusat sebanyak 164 orang.

“Dalam pelatihan relawan anti Narkoba Ganas Annar melibatkan berbagi pihak sebagai input pakar seperti BNN,Bareskrim POLRI, Kementerian Kesehatan,Kementerian Sosial dan Pesantren. Pelatihan yang diselenggarakan selama 3 hari di Wisma Pendidikan Pancasila MK Cisarua Bogor.” Tutur Rofik dalam releasenya.

Pelatihan tersebut, tambah Rofik, diharapkan menghasilkan out put gerakan Relawan nasional darurat Narkoba yang nantinya akan berfungsi sebagai:

1.Terbentuk relawan anti narkoba di semua Propinsi dan Kabupaten-Kota

2. Soasialisasi bahaya Narkoba di lingkungan para relawan meliputi keluarga-lingkungan masyarakat

3.Mendorong relawan untuk makin aktif dalam pencegahan (Sosialisasi-Edukasi) Narkoba

Tinggalkan Balasan