Boni Hargen Prediksi Pilpres 2019….

JAKARTA – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang juga pengamat politik Boni Hargens memprediksi pemilihan presiden 2019 akan diwarnai dengan  pertarungan antara Presiden Jokowi melawan kelompok radikal.

“Jokowi akan berhadapan  dengan aliansi antara Partai Radikal seperti Gerinda PKS, PAN dan Kelompok Radikal,” ujar Boni Hargen yang menjadi pembicara Diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk “Kemana Arah Politik Kelompok Radikal Pilpres 2019″ di, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Menurut Boni Hargen,  tujuan dari diskusi serial Merawat Keindonesiaan ini antara lain membahas semua kemungkinan yang bakal muncul dalam Pilpres 2019 mendatang. Termasuk partai apa yang akan berbaur dengan kelompok radikal.

Dia menilai, kelompok radikal keagamaan yang dimotori oleh Habib Rizieq Shihab dkk ini tumbuh sejak menjadi kekuatan politik pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Kemenangan kelompok radikal ini lantaran memainkan identitas agama sebagai komoditas politik dan bisa ditebak pada Pilpres 2019 mereka akan memakai isu yang sama.

Geliat membangun kekuatan radikal ini, kata Boni terlihat kemarin ketika ada Reuni 212 yang mewacanakan  memilih calon presiden Muslim. Isu ini dimainkan sebagai jargon kampanye untuk mengusung agama sebagai daya magis yang memobilisasi dukungan pemilih.

“60% pemilih radikal yang kurang pengetahuan politik dan rentan termobilisasi,” kata Boni

Boni menambahkan,  terutama setelah ide “NKRI Syariah” dikumandngkan terus, jelas bagi kita bahwa pertarungan Pilpres 2019 sesungguhnya bukan pertarungan “Jokowi vs Lawan Jokowi” melainkan pertarungan “NKRI vs NKRI Syariah.” Maka, pilihan membela Jokowi dan figur sejenisnya adalah pilihan membela NKRI.

“Arah politik radikal adalah menggantikan Pancasila dan UUD 1945 dengan sesuatu yang bercorak Syariah,” pungkasnya. (Zul & Endi)

Tinggalkan Balasan