Ratusan Aparat Geruduk Lapas Nusakambangan, Ada Apa Lagi?

Sidak Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng di Lapas Permisan, Nusakambangan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Basarnas)
CILACAP – Seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan terluka usai diserang narapidana penghuni Lapas Kembang Kuning, Minggu, 26 November 2017. Sang napi bersenjatakan gunting yang dimodifikasi menjadi pisau dan sebilah cutter.

Tiga pekan sebelumnya, Selasa, 7 November 2017, kelompok narapidana kakap John Kei terlibat bentrok dengan kelompok teroris di Lapas Permisan Nusakambangan. Dalam peristiwa itu, anak buah John Kei, tewas.

Petugas gabungan dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) dan kepolisian menyita berbagai senjata yang digunakan pelaku bentrok. Potongan besi, pisau, pipa, parang, dan berbagai senjata tajam.

Dalam dua peristiwa itu, dalam razia, ditemukan pula alat komunikasi dan berbagai benda lain yang mestinya dilarang di dalam Lapas. Hal itu menunjukkan bahwa Lapas Nusakambangan belum steril dari berbagai benda berbahaya dan dilarang berada di Nusakambangan.

Sebab itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, menggelar razia narkoba dan benda-benda dilarang keberadaannya. Kali ini, giliran Lapas Narkotika, Pulau Nusakambangan yang dirazia, Rabu, 29 November 2017.

Dalam razia itu, sebanyak 200 Personil gabungan Dit Reserse narkoba Polda Jateng, Personil Polres Cilacap dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Cilacap dikerahkan untuk memeriksa narapidana dan ruangan di Lapas.

Pemeriksaan dilakukan terhadap napi dan ruangan sel yang dihuni dengan sasaran narkoba dan benda lain yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penggeledahan badan, ruangan sel, barang-barang yang ada di dalam kamar serta pemeriksaan urine secara random, khususnya napi yang terindikasi narkoba.

Untuk mempermudah pemeriksaan, seluruh napi dimasukan dalam sel masing masing. Kemudian anggota Polri dibantu pegawai lapas memeriksa satu-persatu napi tersebut.

“Pemeriksaan ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, AKBP AKBP Rendra Radita Dewayana, Rabu petang.

Secara total, tim gabungan memeriksa 460 napi yang berada di dalam Lapas Narkotika, Nusakambangan. Hasilnya, ditemukan beberapa barang yang dilarang seperti berbagai senjata, korek api, dan tiga ponsel. (Liputan6.com)

Tinggalkan Balasan