Akibat Omset Turun, Pedagang Toko Jatinegara Minta Pemerintah Tertibkan PKL Liar

gepentanews.com, JAKARTA – Maraknya pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang jalan Jatinegara mulai dari depan Polres Jakarta Timur sampai pintu gerbang PD Pasar Jatinegara hingga ke Stasiun Kereta Api Jatinegara yang berjualan tepat di atas saluran air ini telah membuat banyak pedagang toko turun omsetnya di samping itu ada juga yang menutup tokonya. Hal ini disebabkan keberadaan PKL liar ini menutup toko-toko mereka.

“Kami minta agar Walikota Jakarta Timur segera menertibkan PKL liar ini,” ujar salah seorang pemilik toko yang tidak mau disebut namanya, Selasa (5/9/2017).

Pantauan redaksi memang menunjukkan lalu lalangnya masyarakat yang membeli barang-barang PKL di sepanjang trotoar. Para pedagang aneka produk ini belum jelas siapa yang mengelolanya. Belum adanya upaya dari Walikota Jakarta Timur untuk menertibkan area trotoar ini sepertinya tidak sejalan dengan upaya Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang terus gencar menertibkan dan merapihkan trotoal di Jakarta jelang akhir masa jabarannya ini.

Gubernur DKI berulang kali mengatakan program penertiban trotoar ini merupakan bagian dari penerapan program lima tertib yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta.

“Iya Pak, kami menyayangkan kebijakan Pak Djarot ini belum ditindaklanjuti bawahannya,” papar pemilik toko itu.

PKL di pinggi jalan Jatinegara

Menurut mereka, kehadiran PKL ini cukup mengganggu mereka berjualan karena toko-toko mereka terhalang oleh tenda-tenda PKL liar.

Menurut seorang pemilik toko maraknya PKL ini bukan rahasia umum.  Bahwa seputaran trotoar PD Pasar Jatinegara hanya akan terlihat rapi, bersih dan tak ada PKL yang berjualan jika pada saat menjelang perayaan ADIPURA. Usai itu, kondisi semerawut PKL akan kembali hadir di tengah-tengah mereka.

“Kami minta Gubernur DKI Jakarta  menertibkana mereka dengan memindahkan mereka ke dalam gedung  PD Pasar Jatinegara,” pungkasnya. (Jamil)

Tinggalkan Balasan